Senin, 07 Agustus 2017

Vaksinasi Penyakit Rabies

Vaksinasi Penyakit Rabies - Hallo sahabat Info Sehat, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Vaksinasi Penyakit Rabies, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Obat, Artikel Penyakit, Artikel Rabies, Artikel Virus, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Vaksinasi Penyakit Rabies
link : Vaksinasi Penyakit Rabies

Baca juga


Vaksinasi Penyakit Rabies

Info Sehat | Selain bagian dari pengobatan, pemberian vaksin rabies juga bisa berfungsi sebagai pencegahan yang sebaiknya diberikan pada mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit ini, diantaranya:
  • Orang-orang yang tinggal di wilayah yang masih rawan rabies.
  • Pecinta alam yang menjelajahi hutan dan gua.
  • Peneliti lapangan yang sedang meneliti soal rabies.
  • Pengurus kebun binatang.
  • Dokter hewan.
  • Pekerja toko hewan.
  • Petugas laboratorium yang menangani sampel virus rabies.
  • Wisatawan yang mengunjungi daerah rawan rabies yang tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.
Vaksinasi untuk pencegahan biasanya diberikan sebanyak tiga kali. Setelah memberikan suntikan pertama, dokter akan kembali memberikan suntikan kedua pada hari ke-7. Dan untuk suntikan ketiga, dokter akan memberikannya pada hari ke-21 atau ke-28. Sebaiknya rangkaian vaksinasi tersebut  dijalani seluruhnya agar kekebalan tubuh bisa terbentuk sempurna.

Setelah menerima suntikan vaksin rabies, biasanya Anda akan mengalami efek samping ringan, seperti bengkak berwarna kemerahan dan rasa sakit pada bagian tubuh yang disuntik. Namun efek samping itu hanya sementara dan akan hilang setelah 1-2 hari. Beberapa efek samping lainnya yang sangat jarang terjadi adalah ruam, nyeri otot, muntah, demam ringan, dan sakit kepala.

Baca Juga : Penyebab Penyakit Rabies

Vaksin rabies tidak sulit ditemukan di Indonesia. Biasanya rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan sudah menyediakan vaksin tersebut. Meski vaksin rabies tidak menimbulkan efek samping yang berarti, vaksin ini sebaiknya tidak diberikan kepada wanita hamil sebisa mungkin.

Vaksinasi lanjutan

Agar kekebalan tubuh terhadap rabies tetap terjaga, bagi mereka yang hidupnya selalu berisiko tinggi terkena rabies alangkah baiknya menjalani vaksinasi lanjutan. Vaksinasi rabies lanjutan ini dilakukan setahun setelah rangkaian atau paket vaksinasi pertama. Dan vaksinasi lanjutan kedua atau yang berikutnya biasanya berjarak tiga hingga lima tahun setelahnya.

Langkah-langkah pencegahan rabies lainnya

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit rabies, selain melalui pemberian vaksin pada manusia, di antaranya:
  • Penyuntikan vaksin rabies pada hewan-hewan peliharaan kita.
  • Mencegah hewan peliharaan kita berinteraksi dengan hewan liar yang berada di luar lingkungan rumah.
  • Menghindari risiko digigit hewan liar dengan cara tidak mendekatinya atau menyentuhnya.
  • Tidak menyentuh bangkai hewan liar.
  • Mendirikan pagar rumah yang cukup aman melindungi anggota keluarga dari hewan-hewan liar.
  • Mengajari anak-anak tentang bahaya rabies dan cara mencegahnya.
  • Melaporkan pada pihak terkait (misalnya RT, RW, atau kelurahan) bilamana ada hewan liar yang dicurigai sakit rabies berkeliaran di lingkungan kita.
  • Pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin rabies jika bepergian ke daerah rawan rabies.
 Sumbernya Dari : Alodokter.com

Demikianlah Artikel Vaksinasi Penyakit Rabies

Sekianlah artikel Vaksinasi Penyakit Rabies kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Vaksinasi Penyakit Rabies dengan alamat link https://infosehat793.blogspot.com/2017/08/vaksinasi-penyakit-rabies.html
Vaksinasi Penyakit Rabies Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Malem Jumat

0 komentar:

Posting Komentar