Jumat, 11 Agustus 2017

Bahaya Penyakit di Balik Banjir

Bahaya Penyakit di Balik Banjir - Hallo sahabat Info Sehat, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Bahaya Penyakit di Balik Banjir, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Info Sehat, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Bahaya Penyakit di Balik Banjir
link : Bahaya Penyakit di Balik Banjir

Baca juga


Bahaya Penyakit di Balik Banjir

Bahaya Penyakit di Balik Banjir - Saat dan setelah banjir melanda, daya tahan tubuh yang menurun dan lingkungan yang kotor membuat penyakit menular mudah sekali menyebar. Banjir membawa berbagai sampah hingga bangkai binatang yang berisiko menyebarkan penyakit kepada manusia.

Penyakit Pasca-Banjir

Air yang tercemar saat banjir berisiko mendatangkan banyak penyakit, antara lain:

Demam berdarah
Pasca banjir, penyakit ini umumnya terjadi akibat banyaknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat  berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti sebagai penyebab demam berdarah.

Penyakit pencernaan
Saat banjir, banyak sumber air bersih yang tercemar sehingga ketersediaan air bersih menjadi terbatas. Mengonsumsi air yang tercemar mengakibatkan penyakit pencernaan seperti diare, muntaber, disentri, kolera, tifus.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau mikroba. Batuk dan demam adalah gejala umum yang menyertai ISPA. Gejala-gejala lainnya adalah sesak napas dan nyeri dada yang pada umumnya dirasakan oleh pengidap ISPA berat.

Penyakit leptospirosis
Penyakit ini ditularkan oleh bakteri leptospira melalui kotoran atau kencing hewan yang bercampur air banjir. Di Indonesia, bakteri ini umumnya dibawa oleh urin atau tinja tikus yang terbawa banjir, kemudian masuk ke tubuh melalui selaput lendir hidung, mata, atau permukaan kulit yang terluka. Bakteri ini juga dapat masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi urin tikus yang terinfeksi. Leptospirosis termasuk penyakit berbahaya karena bakteri yang sudah menjangkiti darah dapat menyebar dan merusak organ tubuh, khususnya menyebabkan peradangan ginjal dan hati.

Infeksi kulit
Infeksi kulit akibat bakteri pseudomonas menginfeksi manusia melalui parasit pada hewan. Gejala penyakit ini adalah kulit gatal-gatal, terasa terbakar, serta timbul bintil seperti jerawat.

Hepatitis A
Pengidap penyakit yang menyerang organ hati ini umumnya mengalami gejala mual, muntah, demam, lemas, kulit, dan mata tampak kuning.

Ketika Banjir Tiba

Saat dan setelah banjir melanda, penting untuk mengambil langkah spesifik demi menjaga agar bencana ini tidak mendatangkan penyakit.Konsumsi makanan dan minuman
  • Hindari menyantap makanan dan minuman apa pun yang mungkin atau sudah terkena air banjir. Ini bukan hanya termasuk sayuran, tapi juga semua bahan dalam kemasan seperti minuman kaleng atau roti bungkus.
  • Tempatkan makanan yang sudah siap santap ke dalam kotak tertutup bersih agar terhindar dari bakteri. Namun sebaiknya hindari terlalu lama menyimpan makanan masak.
  • Sebaiknya hanya konsumsi air minum dalam kemasan atau air bersih yang telah dimasak sampai mendidih. Air keran dan sumur berpotensi terkena kontaminasi, bahkan tidak tepat digunakan untuk memasak atau mencuci tangan.
  • Sebagai alternatif jika tidak ada air bersih, Anda dapat mencuci tangan dengan hand sanitizer, terutama sebelum makan atau mengolah makanan.
Obat-obatan dan penyakit
  • Obat-obatan dan peralatan medis seperti jarum suntik yang terkena air banjir dapat berisiko terpapar bakteri dan racun yang dapat menyebabkan hepatitis, peradangan pada saluran pencernaan atau gastroenteritis dan berbagai penyakit lain. Hindari menyentuh obat-obatan ini tanpa sarung tangan, apalagi menggunakannya.
  • Obati dan segera perban luka apa pun pada permukaan kulit agar terhindar dari infeksi.
  • Umumnya kasus demam berdarah dan malaria merebak sebulan setelah banjir berlalu. Menjelang masa-masa ini, penting untuk membasmi jentik nyamuk dengan cara membuang genangan dan kubangan air sesegera mungkin.
  • Saat banjir atau menyusuri area bekas banjir, sebisa mungkin tutup seluruh permukaan kulit agar terhindar dari infeksi dan penyakit seperti leptospirosis. Kenakan sarung tangan karet, baju atau jas hujan lengan panjang, dan sepatu bot karet.
  • Anak-anak sebaiknya tidak bermain dalam kubangan air banjir. Selain berisiko terinfeksi, terdapat risiko yang lebih berbahaya seperti hanyut atau kecelakaan seperti tersengat aliran listrik.
  • Padamkan aliran listrik begitu hujan deras sudah mengakibatkan genangan air yang mencapai halaman rumah.
  • Penyakit kerap menular terutama di tempat pengungsian banjir akibat kepadatan. Dalam situasi ini, sebaiknya dilakukan imunisasi massal untuk mencegah penyakit menular seperti campak dan pengasapan untuk mencegah demam berdarah.
Membersihkan rumah
  • Bersihkan seluruh lantai, dinding, perabot rumah dengan cairan disinfektan. Beri perhatian ekstra pada WC dan bak mandi.
  • Sebaiknya buang benda-benda dari bahan tertentu seperti boneka kain yang sudah sulit dibersihkan. Benda-benda ini berpotensi menjadi sarang jamur dan kuman.
  • Selalu gunakan sarung tangan dan alas kaki saat membersihkan rumah. Hindari memasukkan tangan tanpa mengenakan sarung tangan ke dalam area gelap seperti lemari atau saluran air. Area-area ini dapat menjadi tempat persembunyian binatang yang berpotensi menyebarkan penyakit.
Sumbernya Dari : Alodokter.com

Demikianlah Artikel Bahaya Penyakit di Balik Banjir

Sekianlah artikel Bahaya Penyakit di Balik Banjir kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Bahaya Penyakit di Balik Banjir dengan alamat link https://infosehat793.blogspot.com/2017/08/bahaya-penyakit-di-balik-banjir.html
Bahaya Penyakit di Balik Banjir Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Malem Jumat

0 komentar:

Posting Komentar