Judul : Gejala Penyakit Rabies
link : Gejala Penyakit Rabies
Gejala Penyakit Rabies
Info Sehat - Setelah masuk ke tubuh, lyssaviruses atau virus rabies akan
mengalami masa inkubasi atau waktu yang diperlukan bagi virus tersebut
untuk berkembang hingga menyebabkan gejala. Masa inkubasi virus rabies
biasanya berlangsung selama dua minggu hingga tiga bulan. Lama atau
tidaknya masa inkubasi tergantung kepada bagian tubuh mana yang digigit
dan terinfeksi virus rabies. Makin dekat dengan otak, maka makin cepat
pula gejala yang berkembang. Sebagai contoh, gigitan rabies pada kepala,
leher, atau wajah, memiliki periode inkubasi yang lebih singkat
daripada gigitan yang terjadi pada kaki atau lengan.
Pada kasus
yang jarang terjadi, masa inkubasi virus rabies bisa berlangsung dengan
sangat cepat atau bahkan sangat lambat, yaitu empat hari hingga lebih
dari satu tahun.
Jika terinfeksi virus rabies, umumnya seseorang
masih memiliki kemungkinan untuk pulih jika pengobatan segera dilakukan
pada masa inkubasi virus. Namun jika virus terlanjur melewati masa
inkubasi dan kondisi sudah memasuki tahap gejala, maka rabies akan sulit
untuk diobati.
Baca Juga : Pengobatan Penyakit Rabies
Ketika rabies mencapai tahap gejala, biasanya
gejala yang dirasakan penderita terlihat ringan. Namun dalam waktu
singkat, gejala tersebut akan memperlihatkan keseriusannya.
Gejala
awal rabies sering sulit untuk dikenali dan terkadang justru dianggap
sebagai gejala dari penyakit yang tidak berbahaya. Gejala awal rabies di
antaranya:
- Demam
- Tubuh yang terasa sangat lelah
- Tubuh yang terasa dingin
- Sakit tenggorokan
- Gelisah
- Bingung
- Lekas marah
- Mual
- Muntah-muntah
- Sakit kepala
- Hilang nafsu makan
- Kesulitan untuk tidur atau insomnia
- Rasa sakit dan kesemutan pada area yang terinfeksi
Gejala lanjutan rabies
Selepas gejala awal, gejala rabies yang berikutnya akan terlihat makin
parah. Biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 2-10 hari. Pada 80 persen
kasus yang terjadi, penderita penyakit rabies akan:
- Mengalami halusinasi seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata.
- Menjadi hiperaktif.
- Berperilaku agresif (misalnya meronta-ronta dan mengamuk tanpa sebab yang jelas).
- Kerap terlihat gelisah dan sering mengamuk.
- Demam tinggi.
- Selalu meneteskan air liur (hipersalivasi).
- Ereksi yang berkelanjutan pada penderita rabies pria.
- Mengeluarkan keringat yang berlebihan (hiperhidrosis).
- Bulu-bulu di kulit yang terlihat berdiri.
- Mengalami delusi atau percaya pada sesuatu yang tidak nyata.
Penderita juga akan mengalami hidrofobia atau ketakutan terhadap air.
Sebelum mencapai tahap ini, mereka biasanya akan merasakan sakit pada
tenggorokan dan kesulitan untuk minum. Ketika mereka mencoba untuk
menelan air, otot-otot tenggorokan akan mengalami kejang
dan berlangsung hingga beberapa detik. Hal tersebutlah yang kemudian
menjadikan penderita rabies mengalami hidrofobia. Jangankan melihat air,
mendengar orang menyebut kata “air” saja mereka akan terlihat sangat
ketakutan.
Selain mengalami hidrofobia, sebagian besar
penderita rabies juga mengalami fotofobia atau takut terhadap cahaya dan
aerofobia atau takut terhadap angin. Beberapa hari setelah gejala ini
berkembang, penderita biasanya akan mengalami koma sebelum selanjutnya meninggal akibat gagalnya sistem pernapasan atau serangan jantung.
Pada
20 persen kasus lainnya, penderita rabies justru tidak menunjukkan
perilaku agresif selepas gejala awal atau hidrofobia. Penyakit rabies
menjadikan tubuh tampak seperti lumpuh akibat melemahnya otot-otot
tangan dan kaki. Selanjutnya kemampuan indra peraba akan hilang secara
perlahan hingga akhirnya tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali. Pada
tahap akhir gejala, penderita rabies kelompok kasus ini akan mengalami
koma sebelum akhirnya meninggal dunia akibat gagal pernapasan atau
serangan jantung.
Gejala rabies pada hewan, khususnya anjing
Sama seperti pada manusia, gejala rabies pada hewan pun akan melewati
beberapa tahapan. Misalnya pada anjing, pada tahapan pertama, anjing
biasanya akan terlihat tidak mau makan. Kemudian anjing akan terlihat
jinak, meski terhadap orang-orang yang tidak dikenalinya.
Selanjutnya
masuk tahap kedua yang disebut tahap ’anjing gila’. Tahapan ini
biasanya hanya berlangsung 2-4 hari. Tahapan ini ditandai dengan
perilaku anjing yang liar dan agresif. Perilaku agresif tersebut di
antaranya seperti anjing yang terlihat tidak memiliki takut terhadap
musuh-musuh alaminya, menyalak terus-menerus, dan berusaha menyerang apa
saja yang mendekat, bahkan benda mati sekalipun.
Dan yang
terakhir adalah tahap lumpuh. Pada fase ini anjing akan terlihat
mengeluarkan busa dari mulutnya, nampak seperti sedang tersedak dan
rahang bawah yang terlihat turun. Selanjutnya otot-otot rahang, mulut,
serta kerongkongan hewan tersebut mengalami kelumpuhan dan akhirnya
mati.
Anjing peliharaan yang dibiarkan keluar rumah tanpa
pengawasan, lebih berisiko terkena rabies. Anjing yang bebas
berkeliaran memiliki peluang lebih besar untuk terlibat interaksi dengan
anjing-anjing liar, ketimbang anjing peliharaan yang diawasi
pemiliknya.
Sumbernya Dari : Alodokter.com
Demikianlah Artikel Gejala Penyakit Rabies
Sekianlah artikel Gejala Penyakit Rabies kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Gejala Penyakit Rabies dengan alamat link https://infosehat793.blogspot.com/2017/08/gejala-penyakit-rabies.html

0 komentar:
Posting Komentar