Minggu, 06 Agustus 2017

Gejala Penyakit Rabies

Gejala Penyakit Rabies - Hallo sahabat Info Sehat, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Gejala Penyakit Rabies, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Gejala, Artikel Penyakit, Artikel Rabies, Artikel Virus, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Gejala Penyakit Rabies
link : Gejala Penyakit Rabies

Baca juga


Gejala Penyakit Rabies

Info Sehat - Setelah masuk ke tubuh, lyssaviruses atau virus rabies akan mengalami masa inkubasi atau waktu yang diperlukan bagi virus tersebut untuk berkembang hingga menyebabkan gejala. Masa inkubasi virus rabies biasanya berlangsung selama dua minggu hingga tiga bulan. Lama atau tidaknya masa inkubasi tergantung kepada bagian tubuh mana yang digigit dan terinfeksi virus rabies. Makin dekat dengan otak, maka makin cepat pula gejala yang berkembang. Sebagai contoh, gigitan rabies pada kepala, leher, atau wajah, memiliki periode inkubasi yang lebih singkat daripada gigitan yang terjadi pada kaki atau lengan.
Pada kasus yang jarang terjadi, masa inkubasi virus rabies bisa berlangsung dengan sangat cepat atau bahkan sangat lambat, yaitu empat hari hingga lebih dari satu tahun.

Jika terinfeksi virus rabies, umumnya seseorang masih memiliki kemungkinan untuk pulih jika pengobatan segera dilakukan pada masa inkubasi virus. Namun jika virus terlanjur melewati masa inkubasi dan kondisi sudah memasuki tahap gejala, maka rabies akan sulit untuk diobati.



Ketika rabies mencapai tahap gejala, biasanya gejala yang dirasakan penderita terlihat ringan. Namun dalam waktu singkat, gejala tersebut akan memperlihatkan keseriusannya.

Gejala awal rabies sering sulit untuk dikenali dan terkadang justru dianggap sebagai gejala dari penyakit yang tidak berbahaya. Gejala awal rabies di antaranya:
  • Demam
  • Tubuh yang terasa sangat lelah
  • Tubuh yang terasa dingin
  • Sakit tenggorokan
  • Gelisah
  • Bingung
  • Lekas marah
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Hilang nafsu makan
  • Kesulitan untuk tidur atau insomnia
  • Rasa sakit dan kesemutan pada area yang terinfeksi

Gejala lanjutan rabies

Selepas gejala awal, gejala rabies yang berikutnya akan terlihat makin parah. Biasanya ini terjadi dalam kurun waktu 2-10 hari. Pada 80 persen kasus yang terjadi, penderita penyakit rabies akan:
  • Mengalami halusinasi seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata.
  • Menjadi hiperaktif.
  • Berperilaku agresif (misalnya meronta-ronta dan mengamuk tanpa sebab yang jelas).
  • Kerap terlihat gelisah dan sering mengamuk.
  • Demam tinggi.
  • Selalu meneteskan air liur (hipersalivasi).
  • Ereksi yang berkelanjutan pada penderita rabies pria.
  • Mengeluarkan keringat yang berlebihan (hiperhidrosis).
  • Bulu-bulu di kulit yang terlihat berdiri.
  • Mengalami delusi atau percaya pada sesuatu yang tidak nyata.
Penderita juga akan mengalami hidrofobia atau ketakutan terhadap air. Sebelum mencapai tahap ini, mereka biasanya akan merasakan sakit pada tenggorokan dan kesulitan untuk minum. Ketika mereka mencoba untuk menelan air, otot-otot tenggorokan akan mengalami kejang dan berlangsung hingga beberapa detik. Hal tersebutlah yang kemudian menjadikan penderita rabies mengalami hidrofobia. Jangankan melihat air, mendengar orang menyebut kata “air” saja mereka akan terlihat sangat ketakutan.

Selain mengalami hidrofobia, sebagian besar penderita rabies juga mengalami fotofobia atau takut terhadap cahaya dan aerofobia atau takut terhadap angin. Beberapa hari setelah gejala ini berkembang, penderita biasanya akan mengalami koma sebelum selanjutnya meninggal akibat gagalnya sistem pernapasan atau serangan jantung.

Pada 20 persen kasus lainnya, penderita rabies justru tidak menunjukkan perilaku agresif selepas gejala awal atau hidrofobia. Penyakit rabies menjadikan tubuh tampak seperti lumpuh akibat melemahnya otot-otot tangan dan kaki. Selanjutnya kemampuan indra peraba akan hilang secara perlahan hingga akhirnya tubuh tidak bisa digerakkan sama sekali. Pada tahap akhir gejala, penderita rabies kelompok kasus ini akan mengalami koma sebelum akhirnya meninggal dunia akibat gagal pernapasan atau serangan jantung.

Gejala rabies pada hewan, khususnya anjing

Sama seperti pada manusia, gejala rabies pada hewan pun akan melewati beberapa tahapan. Misalnya pada anjing, pada tahapan pertama, anjing biasanya akan terlihat tidak mau makan. Kemudian anjing akan terlihat jinak, meski terhadap orang-orang yang tidak dikenalinya.

Selanjutnya masuk tahap kedua yang disebut tahap ’anjing gila’. Tahapan ini biasanya hanya berlangsung 2-4 hari. Tahapan ini ditandai dengan perilaku anjing yang liar dan agresif. Perilaku agresif tersebut di antaranya seperti anjing yang terlihat tidak memiliki takut terhadap musuh-musuh alaminya, menyalak terus-menerus, dan berusaha menyerang apa saja yang mendekat, bahkan benda mati sekalipun.

Dan yang terakhir adalah tahap lumpuh. Pada fase ini anjing akan terlihat mengeluarkan busa dari mulutnya, nampak seperti sedang tersedak dan rahang bawah yang terlihat turun. Selanjutnya otot-otot rahang, mulut, serta kerongkongan hewan tersebut mengalami kelumpuhan dan akhirnya mati.

Anjing peliharaan yang dibiarkan keluar rumah tanpa pengawasan, lebih berisiko terkena rabies. Anjing  yang bebas berkeliaran memiliki peluang lebih besar untuk terlibat interaksi dengan anjing-anjing liar, ketimbang anjing peliharaan yang diawasi pemiliknya.

Sumbernya Dari : Alodokter.com

Demikianlah Artikel Gejala Penyakit Rabies

Sekianlah artikel Gejala Penyakit Rabies kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Gejala Penyakit Rabies dengan alamat link https://infosehat793.blogspot.com/2017/08/gejala-penyakit-rabies.html
Gejala Penyakit Rabies Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Malem Jumat

0 komentar:

Posting Komentar