Minggu, 06 Agustus 2017

Pengobatan Penyakit Rabies

Pengobatan Penyakit Rabies - Hallo sahabat Info Sehat, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengobatan Penyakit Rabies , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Obat, Artikel Penyakit, Artikel Rabies, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengobatan Penyakit Rabies
link : Pengobatan Penyakit Rabies

Baca juga


Pengobatan Penyakit Rabies

Pengobatan Penyakit Rabies - Penanganan rabies tergantung kepada status penyakit tersebut, apakah virus masih pada tahap inkubasi atau sudah menunjukkan gejala. Jika belum menunjukkan gejala, maka rangkaian pengobatan yang disebut profilaksis pasca pajanan harus dilakukan guna mencegah virus berkembang ke tahap gejala.

Penanganan profilaksis pasca pajanan terdiri dari tiga tahap. Pertama adalah pembersihan luka. Gigitan hewan pembawa rabies harus segera dibersihkan. Gunakan air bersih yang mengalir untuk membersihkan luka. Setelah itu pakailah antiseptik atau alkohol untuk mensterilkan luka tersebut. Anda juga bisa menggunakan etanol atau larutan yodium jika ada. Biarkan luka tetap terbuka. Sangat tidak diperbolehkan untuk menjahit luka tersebut karena dikhawatirkan ujung saraf akan terekspos virus rabies. Pergilah ke klinik kesehatan atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Tahap penanganan profilaksis pasca pajanan yang kedua adalah pemberian immunoglobulin rabies sebagai persiapan khusus antibodi. Immunoglobulin rabies ini disebut juga sebagai serum anti rabies (SAR). Setelah dokter mendengar penjelasan Anda dan memperkirakan bahwa Anda kemungkinan besar terjangkit virus rabies, maka Anda akan disuntik terlebih dahulu dengan immunoglobulin rabies, misalnya pada keadaan gigitan hewan pembawa virus rabies yang menyebabkan luka besar pada penderita. Jenis SAR yang paling utama digunakan saat ini adalah serum homolog yang dibuat dari serum darah manusia. Apabila serum homolog tidak tersedia, maka biasanya dokter akan memberikan serum heterolog yang dibuat dari serum darah kuda sebagai penggantinya.

Immunoglobulin berfungsi sebagai antibodi yang dapat menetralkan virus rabies dan mencegah virus tersebut menyebar ke sistem saraf. Mengenai efek sampingnya, immunoglobulin hanya menimbulkan rasa sakit sementara di beberapa titik suntikan.

 
Tahap penanganan profilaksis pasca pajanan yang ketiga adalah pemberian serangkaian vaksinasi rabies. Dokter akan tetap memberikan Anda vaksinasi rabies meski Anda sudah pernah mendapatkannya. Dengan kata lain vaksinasi rabies selalu diberikan pada tiap kasus yang berisiko tinggi.

Anda akan menerima empat suntikan vaksin rabies jika belum pernah divaksinasi sebelumnya. Dua suntikan diberikan langsung segera setelah terpapar dengan gigitan,sisanya masing-masing diberikan pada hari ke-7 dan ke-21.

Bagi pasien yang pernah divaksinasi rabies, dokter hanya akan memberikan dua suntikan vaksin. Suntikan pertama diberikan di awal pengobatan, dan suntikan kedua diberikan tiga hari kemudian.

Ada beberapa jenis vaksinasi rabies (VAR), di antaranya adalah vaksin jaringan saraf, vaksin sel embrio ayam yang dimurnikan (PCEC), vaksin sel diploid manusia (HDCV), dan vaksin sel vero yang dimurnikan (PVRV). Yang membedakan seluruh vaksin tersebut adalah sampel sebagai bahan pembuatnya. Vaksin jaringan saraf dibuat dengan menggunakan sampel saraf otak hewan, vaksin PCEC dibuat dengan menggunakan sampel embrio ayam, vaksin HDCV dibuat dengan menggunakan sampel sel manusia, dan vaksin PVRV dibuat dari sampel sel epitel yang terdapat pada ginjal monyet hijau Afrika.

Jenis-jenis VAR yang disarankan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO antara lain HDCV, PCEC, dan PVRV. Di Indonesia, PVRV adalah salah satu VAR yang sering digunakan. Vaksin jaringan saraf tidak termasuk yang direkomendasikan karena setelah diteliti, vaksin tersebut dapat menyebabkan cacat permanen, seperti kelumpuhan otot. Kendati begitu, peluang untuk terjadinya komplikasi serius sangatlah kecil. Bila tidak ada vaksin lain (HDCV, PCEC, PVRV), vaksin jaringan saraf tetap harus diberikan.

Efek samping vaksin rabies

Umumnya efek samping yang timbul setelah pemberian vaksin rabies hanya berupa rasa sakit, bengkak, serta warna kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik. Namun efek samping tersebut biasanya tidak berlangsung lama, yaitu hanya terasa 1-2 hari setelah disuntik.

Pencegahan rabies dengan profilaksis pasca pajanan

Meski hingga saat ini belum ada laporan mengenai seseorang yang tertular rabies akibat berada dekat dengan pasien rabies atau terjadi kontak dengan pasien rabies, namun secara teori ada kemungkinan hal tersebut bisa terjadi. Karena itu bagi yang berada dekat dengan pasien rabies, terutama keluarga pasien atau dokter yang menangani, dianjurkan untuk melakukan prosedur profilaksis pasca pajanan sebagai pencegahan.

Penanganan rabies yang sudah memasuki tahap gejala

Jika rabies terlambat ditangani dan sudah masuk tahap munculnya gejala, itu artinya rabies sudah tidak dapat diobati lagi dan risiko kematian telah mengintai. Dalam kondisi ini, dokter biasanya hanya akan memberikan penanganan yang sifatnya menenangkan bagi pasien. Sebagai contoh, dokter akan memberikan obat penenang bahkan obat bius agar pasien tidak meronta-ronta dan agar pasien tidak menderita akibat sakit yang dirasakannya.
 
Sumbernya Dari : Alodokter.com

Demikianlah Artikel Pengobatan Penyakit Rabies

Sekianlah artikel Pengobatan Penyakit Rabies kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengobatan Penyakit Rabies dengan alamat link https://infosehat793.blogspot.com/2017/08/pengobatan-penyakit-rabies.html
Pengobatan Penyakit Rabies Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Malem Jumat

0 komentar:

Posting Komentar