Judul : Pengobatan Penyakit Rabies
link : Pengobatan Penyakit Rabies
Pengobatan Penyakit Rabies
Pengobatan Penyakit Rabies - Penanganan rabies tergantung kepada status penyakit tersebut, apakah
virus masih pada tahap inkubasi atau sudah menunjukkan gejala. Jika
belum menunjukkan gejala, maka rangkaian pengobatan yang disebut
profilaksis pasca pajanan harus dilakukan guna mencegah virus berkembang
ke tahap gejala.
Penanganan profilaksis pasca pajanan terdiri
dari tiga tahap. Pertama adalah pembersihan luka. Gigitan hewan pembawa
rabies harus segera dibersihkan. Gunakan air bersih yang mengalir untuk
membersihkan luka. Setelah itu pakailah antiseptik atau alkohol untuk
mensterilkan luka tersebut. Anda juga bisa menggunakan etanol atau
larutan yodium jika ada. Biarkan luka tetap terbuka. Sangat tidak
diperbolehkan untuk menjahit luka tersebut karena dikhawatirkan ujung
saraf akan terekspos virus rabies. Pergilah ke klinik kesehatan atau
rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Tahap penanganan profilaksis pasca pajanan yang kedua adalah pemberian immunoglobulin rabies sebagai persiapan khusus antibodi. Immunoglobulin
rabies ini disebut juga sebagai serum anti rabies (SAR). Setelah dokter
mendengar penjelasan Anda dan memperkirakan bahwa Anda kemungkinan
besar terjangkit virus rabies, maka Anda akan disuntik terlebih dahulu
dengan immunoglobulin rabies, misalnya pada keadaan
gigitan hewan pembawa virus rabies yang menyebabkan luka besar pada
penderita. Jenis SAR yang paling utama digunakan saat ini adalah serum
homolog yang dibuat dari serum darah manusia. Apabila serum homolog
tidak tersedia, maka biasanya dokter akan memberikan serum heterolog
yang dibuat dari serum darah kuda sebagai penggantinya.
Immunoglobulin
berfungsi sebagai antibodi yang dapat menetralkan virus rabies dan
mencegah virus tersebut menyebar ke sistem saraf. Mengenai efek
sampingnya, immunoglobulin hanya menimbulkan rasa sakit sementara di
beberapa titik suntikan.
Baca Juga : Pengertian Penyakit Rabies
Tahap penanganan profilaksis pasca
pajanan yang ketiga adalah pemberian serangkaian vaksinasi rabies.
Dokter akan tetap memberikan Anda vaksinasi rabies meski Anda sudah
pernah mendapatkannya. Dengan kata lain vaksinasi rabies selalu
diberikan pada tiap kasus yang berisiko tinggi.
Anda akan menerima
empat suntikan vaksin rabies jika belum pernah divaksinasi sebelumnya.
Dua suntikan diberikan langsung segera setelah terpapar dengan
gigitan,sisanya masing-masing diberikan pada hari ke-7 dan ke-21.
Bagi
pasien yang pernah divaksinasi rabies, dokter hanya akan memberikan dua
suntikan vaksin. Suntikan pertama diberikan di awal pengobatan, dan
suntikan kedua diberikan tiga hari kemudian.
Ada beberapa jenis
vaksinasi rabies (VAR), di antaranya adalah vaksin jaringan saraf,
vaksin sel embrio ayam yang dimurnikan (PCEC), vaksin sel
diploid manusia (HDCV), dan vaksin sel vero yang dimurnikan (PVRV). Yang
membedakan seluruh vaksin tersebut adalah sampel sebagai bahan
pembuatnya. Vaksin jaringan saraf dibuat dengan menggunakan sampel saraf
otak hewan, vaksin PCEC dibuat dengan menggunakan sampel embrio ayam,
vaksin HDCV dibuat dengan menggunakan sampel sel manusia, dan vaksin
PVRV dibuat dari sampel sel epitel yang terdapat pada ginjal monyet
hijau Afrika.
Jenis-jenis VAR yang disarankan oleh Badan Kesehatan
Dunia atau WHO antara lain HDCV, PCEC, dan PVRV. Di Indonesia, PVRV
adalah salah satu VAR yang sering digunakan. Vaksin jaringan saraf tidak
termasuk yang direkomendasikan karena setelah diteliti, vaksin tersebut
dapat menyebabkan cacat permanen, seperti kelumpuhan otot. Kendati
begitu, peluang untuk terjadinya komplikasi serius sangatlah kecil. Bila
tidak ada vaksin lain (HDCV, PCEC, PVRV), vaksin jaringan saraf tetap
harus diberikan.
Efek samping vaksin rabies
Umumnya efek samping yang timbul setelah pemberian vaksin rabies hanya
berupa rasa sakit, bengkak, serta warna kemerahan pada bagian tubuh yang
disuntik. Namun efek samping tersebut biasanya tidak berlangsung lama,
yaitu hanya terasa 1-2 hari setelah disuntik.
Pencegahan rabies dengan profilaksis pasca pajanan
Meski hingga saat ini belum ada laporan mengenai seseorang yang tertular
rabies akibat berada dekat dengan pasien rabies atau terjadi kontak
dengan pasien rabies, namun secara teori ada kemungkinan hal tersebut
bisa terjadi. Karena itu bagi yang berada dekat dengan pasien rabies,
terutama keluarga pasien atau dokter yang menangani, dianjurkan untuk
melakukan prosedur profilaksis pasca pajanan sebagai pencegahan.
Penanganan rabies yang sudah memasuki tahap gejala
Jika rabies terlambat ditangani dan sudah masuk tahap munculnya gejala,
itu artinya rabies sudah tidak dapat diobati lagi dan risiko kematian
telah mengintai. Dalam kondisi ini, dokter biasanya hanya akan
memberikan penanganan yang sifatnya menenangkan bagi pasien. Sebagai
contoh, dokter akan memberikan obat penenang bahkan obat bius agar
pasien tidak meronta-ronta dan agar pasien tidak menderita akibat sakit
yang dirasakannya.
Sumbernya Dari : Alodokter.com
Demikianlah Artikel Pengobatan Penyakit Rabies
Sekianlah artikel Pengobatan Penyakit Rabies kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Pengobatan Penyakit Rabies dengan alamat link https://infosehat793.blogspot.com/2017/08/pengobatan-penyakit-rabies.html

0 komentar:
Posting Komentar